Persaingan teknologi kecerdasan buatan antara dua raksasa teknologi, Samsung dan Apple, terus merambah ke berbagai fitur fungsional sehari-hari. Setelah sebelumnya bersaing ketat dalam aspek bantuan penulisan umum, kini fokus persaingan beralih pada kemampuan kecerdasan buatan kedua produsen tersebut dalam mengatur dan merapikan catatan pada aplikasi bawaan masing-masing.
Berdasarkan laporan pengujian yang dirilis oleh SamMobile, komparasi ini dilakukan dengan menggunakan perangkat Samsung Galaxy S23 yang menjalankan One UI 7.0 beta serta iPhone 16 Pro Max yang mengadopsi sistem operasi iOS 18.4.1. Fokus utama pengujian tertuju pada fitur Note Assist eksklusif di aplikasi Samsung Notes menghadapi Writing Tools milik Apple Intelligence di aplikasi Apple Notes.
Menurut hasil pengujian struktural, fitur Auto format pada Note Assist milik Samsung baru dapat bekerja secara optimal jika dokumen memuat minimal 200 kata. Pengguna sistem ini akan disajikan dua opsi format utama, yaitu Headers and bullets atau Meeting notes, sebelum sistem kecerdasan buatan tersebut memproses teks guna menghasilkan tata letak yang lebih rapi.
Dari pantauan redaksi terhadap hasil pemrosesan teks, Galaxy AI unggul secara signifikan dalam hal variasi visual dan estetika dokumen. Note Assist mampu memformulasikan teks berantakan menjadi lima pilihan gaya visual berbeda dengan modifikasi otomatis pada ukuran huruf, cetak tebal, garis bawah, penggunaan warna teks, hingga penataan poin-poin penting secara sistematis.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan tim redaksi terhadap sistem Apple Intelligence, fungsi perapian catatan diintegrasikan lewat menu Rewrite pada Writing Tools. Berbeda dengan Samsung yang memberikan banyak opsi tampilan, Apple hanya menyuguhkan satu hasil akhir teks yang telah diperbaiki format tanda baca dan pengelompokan poinnya tanpa mengubah variasi ukuran maupun warna font.
Kendati minim dalam aspek pilihan estetika visual, Apple Intelligence dinilai lebih unggul dalam mempertahankan detail informasi penting dari teks asli. Cara kecerdasan buatan milik Apple dalam mengelompokkan bagian-bagian catatan dinilai memberikan konteks yang jauh lebih mudah dipahami oleh pengguna dibandingkan dengan hasil pemrosesan dari Galaxy AI.
Melalui serangkaian skenario pengujian komparatif tersebut, performa kedua ekosistem kecerdasan buatan ini berakhir dengan hasil imbang yang kompetitif. Samsung dinilai memimpin dalam hal fleksibilitas gaya dan estetika penulisan, sedangkan Apple membuktikan keunggulannya pada tingkat kejelasan serta pemahaman konteks informasi.