Samsung kembali membuktikan dominasinya di industri semikonduktor global. Berdasarkan data terbaru dari firma riset Omdia, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut dilaporkan menjadi satu-satunya produsen chip dari tiga pemain besar global yang berhasil meningkatkan pangsa pasar DRAM mereka sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Menurut laporan finansial yang dihimpun dari SamMobile, pangsa pasar DRAM milik Samsung tumbuh sebesar 2,1 poin persentase pada kuartal I-2026. Angka tersebut melonjak naik dari posisi sebelumnya sebesar 36,5 persen pada kuartal IV-2025 menjadi 38,6 persen pada awal tahun ini.
Dari pantauan redaksi, capaian impresif Samsung ini berbanding terbalik dengan para kompetitor utamanya. Rival senegaranya, SK Hynix, justru mengalami penyusutan pangsa pasar dari 32,9 persen menjadi 28,8 persen, sementara produsen asal Amerika Serikat, Micron, ikut terkoreksi tipis dari 22,8 persen ke angka 22,4 persen.
Melalui pengamatan tim redaksi, kapasitas produksi massal yang masif menjadi modal utama bagi perusahaan untuk memanfaatkan lonjakan permintaan global. Samsung tercatat menikmati kenaikan harga jual rata-rata tertinggi untuk chip DRAM dibandingkan dua pesaing terdekatnya, sekaligus mengamankan porsi penjualan terbesar untuk kategori server DRAM.
Kondisi pasar saat ini memang sangat menguntungkan bagi industri semikonduktor berkat permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang terus meroket. Total nilai penjualan DRAM global pada kuartal I-2026 menyentuh angka 97,1 miliar dollar AS, atau melonjak 85,8 persen secara kuartalan.
Samsung sendiri berhasil membukukan lompatan nilai penjualan yang fantastis hingga mencapai 95,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Berdasarkan performa impresif tersebut, divisi memori Samsung sukses menyumbang pendapatan sebesar 37,4 miliar dollar AS dalam kurun waktu tiga bulan pertama tahun ini.