Persaingan teknologi kecerdasan buatan antara dua raksasa teknologi dunia, Samsung dan Apple, semakin sengit dalam mempermudah aktivitas harian pengguna. Berdasarkan laporan dari SamMobile, pengujian fitur transkripsi suara dan panggilan telepon menunjukkan bahwa Samsung Galaxy AI saat ini memimpin di depan Apple Intelligence berkat kelengkapan fitur pendukungnya.
Menurut pantauan redaksi, pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Samsung Galaxy S23 yang menjalankan One UI 7.0 beta serta iPhone 16 Pro Max berbasis iOS 18.4.1. Kedua perangkat diuji untuk melihat sejauh mana kecerdasan buatan mereka mampu mengubah rekaman suara dan percakapan telepon menjadi teks secara akurat.
Pada perangkat Samsung, fitur Transcript Assist bekerja secara terintegrasi melalui aplikasi Phone dan Voice Recording. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, setelah panggilan selesai direkam, Galaxy AI secara otomatis memisahkan teks berdasarkan nama kontak yang berbicara. Tidak hanya itu, pengguna juga diberikan opsi untuk merangkum percakapan dalam dua gaya visual, yakni berdasarkan topik bahasan atau lini masa kejadian.
Kelebihan utama dari sistem milik Samsung ini adalah kemampuan translasi langsung. Menurut data internal perusahaan, Galaxy AI telah mendukung penerjemahan transkrip ke dalam 29 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Mandarin, hingga Rusia. Hal ini mempermudah pengguna saat harus melakukan panggilan dengan rekan kerja asing.
Di sisi lain, Apple Intelligence menawarkan alur kerja yang sedikit berbeda dengan menyimpan hasil rekaman panggilan langsung ke aplikasi Notes. Dari pantauan redaksi, meskipun iPhone mampu mengenali dan memisahkan suara masing-masing pembicara berdasarkan nama kontak serta menyediakan ringkasan teks, fitur ini belum memiliki fleksibilitas format rangkuman dan kemampuan translasi multi-bahasa seperti yang dimiliki Samsung.
Perbedaan mencolok kembali ditemukan ketika menguji transkripsi rekaman suara biasa. Sesuai pengamatan lapangan, Galaxy AI mampu membedakan identitas suara beberapa orang dalam satu ruangan dan melabelinya sebagai Speaker 1, Speaker 2, dan seterusnya. Sebaliknya, Apple Intelligence masih mencampur seluruh percakapan dalam satu blok teks tanpa pemisahan antar-pembicara, serta absen dari fitur pembuat ringkasan untuk rekaman suara.
Secara keseluruhan, tingkat akurasi pengenalan kata dari kedua kecerdasan buatan ini dinilai sama-sama kuat dan presisi saat menangani percakapan normal. Namun, keterbatasan Apple dalam menyediakan fitur penerjemahan langsung dan pemisahan pembicara pada rekaman suara membuat Galaxy AI keluar sebagai pemenang mutlak dalam komparasi teknologi transkripsi kali ini.