Kekacauan di Internal Program Berita Populer CBS '60 Minutes'

T
Tim Redaksi
Penulis
Kekacauan di Internal Program Berita Populer CBS '60 Minutes'

Program berita legendaris milik stasiun televisi CBS News, 60 Minutes, saat ini tengah menghadapi badai konflik internal yang sangat hebat. Berdasarkan laporan terkini, kekacauan tersebut memuncak setelah koresponden senior Scott Pelley dipecat menyusul kecaman keras yang dilayangkannya secara terbuka terhadap bos barunya, Nick Bilton. Scott Pelley mengkritik kualifikasi Nick Bilton dalam sebuah rapat staf, yang dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang terlalu berani meski dirinya memiliki pengaruh besar di jaringan tersebut.

Dari pantauan redaksi, situasi di dalam ruang berita 60 Minutes kini dinilai sangat berantakan dan tidak kondusif. Kepemimpinan Kepala Paramount David Ellison dan Pemimpin Redaksi CBS News Bari Weiss menjadi sorotan tajam akibat berbagai skandal yang bocor ke publik, mulai dari pengunduran diri massal, pemecatan, hingga penarikan segmen berita sensitif mengenai pemerintahan Donald Trump secara mendadak. Selain itu, muncul pula tuduhan adanya tekanan dari pihak manajemen untuk memasukkan bias politik dalam pemberitaan.

Menurut pengamatan tim redaksi, penunjukan Nick Bilton yang merupakan jurnalis cetak veteran dan dokumenter sebagai pemimpin baru justru memicu penolakan luas di internal CBS News. Langkah David Ellison dan Bari Weiss memicu kontroversi karena Nick Bilton dianggap sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam industri penyiaran televisi. Hal ini memperparah krisis kepercayaan di kalangan kru produksi dan jurnalis senior yang telah lama mengabdi.

Dampak dari konflik manajemen ini membuat jumlah koresponden utama program peraih rating tertinggi tersebut menyusut drastis dari tujuh orang menjadi tersisa tiga orang saja dalam hitungan bulan. Berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis baru-baru ini, tiga koresponden senior yang bertahan, yaitu Lesley Stahl, Bill Whitaker, dan Jon Wertheim, menegaskan bahwa keputusan mereka untuk tidak hengkang bukan berarti mendukung struktur kekuasaan manajemen yang ada sekarang. Mereka memilih bertahan semata-mata demi menjaga kelangsungan hidup program 60 Minutes agar tidak mati.

Padahal, sebagai salah satu program berita yang paling tepercaya di Amerika Serikat, 60 Minutes tidak membutuhkan perombakan radikal yang merusak reputasi merek. Berdasarkan data Nielsen, program ini telah menjadi tayangan berita yang paling banyak ditonton selama 52 tahun berturut-turut dan menghasilkan pendapatan iklan mencapai hampir 70 juta dollar AS per tahun. Kekacauan ini membuat para pelaku industri meragukan kemampuan kepemimpinan baru Paramount dalam mengelola bisnis penyiaran di era digital.